Di balik keindahannya sekarang, ternyata ada sejarah kebakaran terbesar London yang hampir melahap separuh kota. Kebakaran tersebut juga sulit dipadamkan hingga berhari-hari.
Kebakaran yang terjadi pada tahun 1666 adalah musibah terburuk pusat kota London karena seluruh bangunan di sana dilalap si jago merah. Meski jumlah korban jiwanya sedikit, tapi kerugian materinya sangat banyak.
Kali ini, kami akan memberikan informasi tentang sejarah kebakaran terbesar London pada abad ke-17 hingga menghabiskan hampir separuh kota. Bisa bayangkan, bagaimana suasana pada zaman tersebut?
Suasana Kota Sebelum Sejarah Kebakaran Terbesar London

Sebelum sejarah kebakaran terbesar London terjadi, suasana di kota ini sudah cukup maju. Pada tahun 1660-an, London sudah menjadi kota besar yang ada di Inggris.
Diperkirakan pada saat itu, sudah ada setengah juta penduduk yang menetap di kota satu ini. Tercatat juga bahwa jumlah tersebut seperti gabungan dari jumlah penduduk yang ada ada di 50 kota lainnya di Inggris.
Seorang penulis asal Inggris, yaitu John Evelyn menjelaskan bahwa London pada abad ke-16 dan 17 adalah kota penuh kayu, tidak meniru dan sesak. Maksud dari hal tersebut bahwa London merupakan kota yang tidak terencana dan seadanya.
Menjadi pemukiman Romawi selama berabad-abad, London telah tumbuh menjadi kota sesak dan tidak teratur. Hal tersebut menimbulkan pemukiman kumuh di daerah pinggiran, contohnya seperti Holborn, Shoreditch, dan Southwark.
Setelah memasuki abad ke-17, kota London sendiri telah dibatasi dengan tembok kota dan Sungai Thames. Pada saat itu sudah ada kurang lebih 80 ribu jiwa tinggal di sana. Kemudian, wilayah tersebut juga dikelilingi oleh kawasan subperkotaan pinggiran yang menjadi tempat tinggal kebanyakan penduduk London.
Pada tahun 1642 hingga 1651 ada perang Sipil yang membuat penduduk kota London kurang begitu baik hubungannya dengan kerajaan. Pada saat itu, kota London menjadi kubu Republikalisme dan hal tersebut bisa menjadi ancaman Raja Charles II.
Adanya sejarah kebakaran terbesar London memang terjadi karena bangunan di kota tersebut kebanyakan terbuat dari kayu dengan atap rumbia. Ditambah hubungan London dengan pemerintahan Monarki sedang kurang akur.
Awal Mula Sejarah Kebakaran Terbesar London Terjadi
Adanya sejarah kebakaran terbesar London terjadi pada tanggal 2 September 1666 yang dikenal juga dengan sebutan The Greatest Fire Of London. Karena kejadian tersebut, hampir separuh kota dilalap sang jago merah hingga menjadi puing-puing.
Jika menelisik sejarah dari kota yang ada di Britania Raya ini, London sudah sempat mengalami kebakaran beberapa kali, salah satunya pada tahun 1212. Akan tetapi, di tahun 1666 adalah kebakaran terbesar hingga kota London sudah seperti neraka.
Seperti yang Anda ketahui, pada tahun-tahun tersebut, London menjadi kota yang sesak tidak beraturan. Gang perumahan di sana berkelok-kelok dan berbatu.
Rumah-rumahnya sebagian besar dibangun dengan kayu dan atapnya adalah rumbia. Di dalam rumah biasanya tersimpan jerami hingga beberapa rumah menyimpan bubuk mesiu.
Sementara itu, gubuk untuk orang-orang miskin yang ada di sana biasanya terbuat dari kertas. Itulah mengapa, London pada saat itu sangat rentan dengan kebakaran. Jadi, pada 2 September 1666, sejarah kebakaran terbesar London terjadi pada malam hari dan berawal dari toko roti milik Thomas Farriner di Pudding Lane.
Sang pemilik sebenarnya sudah merasa mematikan pemanggang roti sebelum tidur. Tapi entah kenapa, bisa menyala dan menyebabkan kebakaran. Karena bangunan di sana kebanyakan terbuat dari kayu, api sangat cepat menjalar ke bagian barat kota London. Proses pemadaman api sempat tertunda karena ada keraguan dari Wali Kota London saat itu.
Kebakaran ini menyebabkan kota London menjadi heboh karena banyak orang berspekulasi bahwa kebakaran ini terjadi karena orang asing, terutama orang dari Belanda dan Prancis yang saat itu menjadi musuh Inggris.
Akibat dari Kebakaran Hebat yang Terjadi Di Kota London
Pada Senin dini hari, proses pemadaman api memang tidak mudah. Ditambah dengan angin yang bertiup kencang hingga menyebabkan api semakin besar. Rabu, 5 September 1666, akhirnya api yang sudah melahap hampir separuh kota bisa dijinakkan dan pemadaman berhasil dilakukan.
Setelah api padam, banyak orang yang langsung mencari tersangka utamanya. Tapi bukan Thomas Farriner yang bertanggung jawab. Masyarakat London justru menuduh para imigran terutama dari Belanda dan Prancis.
Akibat dari kebakaran hebat pada saat itu, muncul permasalahan sosial dan ekonomi yang ada di London. Sebagian besar kota juga telah hancur karena terbakar.
Kurang lebih dari bencana tersebut menghanguskan sekitar 13.200 rumah, 87 gereja paroki, 6 kapel, dan juga Katedral Santo Paulus. Bencana tersebut juga membuat sekitar 100 ribu orang kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke luar London atas saran Raja Charles II.
Meski mengalami banyak kerugian, wabah penyakit yang saat itu menyerang kota London langsung hilang. Ternyata, sejarah kebakaran terbesar London telah memusnahkan tikus-tikus pembawa wabah penyakit tersebut.

