Ada beberapa jenis penyakit autoimun yang paling umum terjadi, namun banyak orang tidak mengetahuinya. Pada umumnya sistem kekebalan tubuh manusia akan bekerja dengan cara melawan kuman atau bakteri penyebab penyakit.
Tetapi pada orang dengan penyakit autoimun, justru sistem kekebalan tubuhlah yang menyerang sel-sel sehat di dalam tubuhnya. Kali ini kita akan bahas apa saja jenis-jenis penyakit autoimun itu?
Jenis Penyakit Autoimun yang Umum Terjadi

Mungkin orang banyak yang belum tau bahwa penyakit autoimun itu ada banyak jenisnya. Di bawah ini beberapa jenis dari penyakit autoimun yang perlu Anda ketahui, antara lain sebagai berikut :
1. SLE Atau Systemic Lupus Erythematosus
Jenis penyakit autoimun yang pertama adalah SLE atau systemic lupus erythematosus adalah salah satu penyakit. Yang sangat banyak ditemui, terutama pada wanita berusia muda, biasanya pasien SLE.
Mengalami gejala fisik seperti ruam kemerahan di wajah seperti sayap kupu-kupu, berat badan turun serta rambut rontok. SLE dapat menyerang bagian tubuh manapun, termasuk kulit, ginjal serta sendi.
2. Rematik Atau Rheumatoid Arthritis
Rematik atau Rheumatoid arthritis menimbulkan pembengkakan, peradangan, hingga nyeri di persendian. Tidak hanya menimbulkan rasa sakit, Rheumatoid arthritis juga dapat membuat seseorang jadi sulit menggerakan sendinya jadi gerakan tubuhnya berkurang.
Apabila tidak segera ditangani dengan obat, penyakit yang menyerang persendian ini dapat mengakibatkan kerusakan sendi permanen secara bertahap. Jadi segera konsultasi ke dokter bila Anda mengalaminya. Perlu juga untuk ketahui cara mengatasi alergi obat dengan mengenal lebih jauh.
3. Kolitis Ulseratif
Colitis merupakan radang usus, kolitis ialah salah satu jenis penyakit autoimun. Kolitis ulseratif adalah penyakit autoimun yang serang saluran pencernaan, utamanya usus, Kolitis ulseratif bisa menimbulkan peradangan kronis.
Bahkan hingga borok di lapisan usus besar dalam serta rectum, gejalanya seperti sakit perut, diare, dan sulit buang air besar. Gejala makin para apabila pasien tidak menerapkan pola makan sehat.
4. Sklerosis Ganda
Sklerosisi ganda atau Multiple sclerosis adalah contoh autoimun yang serang lapisan pelindung saraf. Hasilnya sel saraf yang menyusun sumsum tulang belakang serta otak perlahan akan rusak.
Sklerosis ganda atau Multiple sclerosis ini dapat mengakibatkan mati rasa, penurunan kemampuan koordinasi tubuh. Serta bisa mengakibatkan kebutaan, otot menegang, bahkan yang paling parah bisa menyebabkan kelumpuhan.
5. Psoriasis
Jenis penyakit autoimun selanjutnya adalah Psoriasis suatu penyakit kulit kronis, gejalanya ditandai dengan kulit yang bersisik. Serta menebal disertai bercak-bercak putih, Psoriasis ini juga menyebabkan nyeri, gatal.
Serta pertumbuhan sel kulit baru yang sangat cepat, apabila umumnya pertumbuhan kulit baru memakan waktu hingga sebulan. Pengidap penyakit kronis ini hanya memerlukan waktu beberapa hari.
6. Sindrom Sjogren
Mata serta mulut yang kering adalah 2 gejala umum dari autoimun Sjogren syndrome ini. Kondisi ini bisa membuat mata penderita jadi lebih sensitif, sementara mulutnya akan sulit mengunyah dan menelan.
Penyebab dari Sjogren syndrome sendiri adalah sistem imun yang menyerang kelenjar air liur, air mata serta zat lain. Kondisi tersebut dapat menimbulkan peradangan, hingga ke ginjal dan paru-paru.
7. Anemia Pernisiosa
Jenis penyakit autoimun berikutnya adalah anemia pernisiosa, anemia satu ini terjadi disebabkan karena terhambatnya produksi vit B12 dalam tubuh. Padahal, vitamin B12 itu sangat penting untuk pembentukan sel darah merah.
Pada saat badan kurang vit B12, badan akan memproduksi sel darah merah atau makrosit berukuran abnormal. Tetapi sel darah itu tidak dapat keluar dari sumsung tulang.
Akibatnya, jumlah sel darah yang membawa oksigen di dalam tubuh tetap kurang, penyakit ini ditandai dengan tubuh lesu, sakit kepala. Serta penurunan berat badan, bahkan cara jalan tidak seimbang.
8. Penyakit Crohn
Jenis penyakit autoimun selanjutnya adalah penyakit Crohn atau Crohn’s disease, bisa menyerang seluruh saluran pencernaan. Terutama menyerang usus besar dan kecil, gejalanya antara lain BAB berdarah, penurunan nafsu makan.
Serta diare dan juga lambatnya perkembangan seksual pada anak-anak, bila tidak segera mendapatkan perawatan. Crohn’s disease dapat menyebabkan berbagai komplikasi, antara lain fistula, penyumbatan usus, hingga kurang gizi.
9. Penyakit Celiac
Tubuh pengidap celiac menganggap gluten sebagai zat asing berbahaya, Gluten adalah sejenis protein yang ditemukan di biji-bijian. Ketika pasien mengonsumsi gluten, sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang protein tersebut.
Serta merusak jaringan usus, apabila dibiarkan, penyakit celias dapat menyebabkan malabsorbsi. Atau bisa dibilang gangguan pada proses penyerapan zat gizi yang penting bagi tubuh, gejalanya terbilang cukup umum.
10. Alopecia
Terakhir adalah Alopecia, rupanya kebotakan juga dapat terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang menyerang akar rambut. Jenis penyakit autoimun yang dapat menyebabkan kondisi semacam itu ialah alopecia.
Tidak hanya rambut yang mudah rontok saja, alopecia juga ditandai dengan warna kulit kepala jadi kemerahan dan rasanya seperti terbakar. Berdasarkan jenisnya, penyakit ini dibagi jadi 3 yakni :
- alopecia totalis yakni kebotakan di seluruh bagian kepala
- alopecia areata yakni kebotakan di titik tertentu
- alopecia universalis yakni hilangnya seluruh rambut di tubuh).
Jadi apabila Anda mengalami beberapa jenis penyakit di atas, segera konsultasi ke dokter. Sebab beberapa jenis penyakit autoimun di atas umum terjadi tapi banyak orang belum menyadari jika itu autoimun.

